Header ads

» » » Katulampa Siaga Tiga Jelang Siaga Dua

www.detakbogor.com
BOGOR - Hujan dengan itensitas tinggi terus mengguyur kawasan Bogor dan sekitarnya, hal tersebut membuat permukaan air Sungai Ciliwung, Jumat pagi, mengalami kenaikan, sehingga air di Bendung Katulampa Kota Bogor, Jawa Barat, meningkat tajam mencapai 150 centimeter dan petugas siap memberlakukan siaga dua.

Kepala penjaga bendungan Katulampa, Andi Sudirman mengatakan, hujan yang mengguyur daerah Bogor membuat air dibendungan terus meningkat, untuk itu kami berlakukan status siaga tiga, karna ketinggian air sudah mencapai 90 Cm dengan debit air 113.417 Liter perdetik,

“Saat ini ketinggian air siaga tiga menjelang siaga dua, karena air terus tambah dari Puncak, Kami akan selalu mengabarkan taiap perkembangan yang terjadi di pintu air Katulampa kepada penjaga pintu Air Manggarai ataupun Depok.” Ujar Andi. Jum’at (17/01/2014)

Menurut andi, Bogor berpotensi menaikan siaga akibat cuaca yang ekstrim pasalnya hujan yang terus menerus mengguyur sejumlah Daerah di Jabodetabek di perkirakan berakhir hingga awal Februari.

Saat ini kondisi di Puncak masih diguyur hujan dan belum reda. Hal ini berpotensi terjadi penambahan volume air di Bendung katulampa.

Hujan telah mengguyur wilayah Bogor dan Puncak sejak Jumat dini hari. Hujan ringan turun dengan durasi cukup lama. Terkadang berhenti namun turun lagi.

Selama sepekan ini wilayah Kota dan Kabupaten Bogor telah diguyur hujan hampir setiap hari. Hujan ringan, sedang hingga lebat terjadi secara berganti-gantian.

Sementara di daerah Rumpin Kab. Bogor, akibat itensitas hujan yang masih tinggi, ratusan keluarga di Kampung Palias, Cijambe, Cisarua, dan Ciemas, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor terancam terisolasi. Karena, akses jalan satu-satunya yang biasa dilintasi warga nyaris putus.

Warga berharap pemerintah segera membangun tembok penahan tanah terutama di sekitar RT 09/RW 02 untuk mencegah erosi tanah ke sungai yang mulai terkikis akibat guyuran air hujan.

Ketua RT 09/RW 02 Kampung Palias, Ajrumi mengatakan hujan deras mengakibatkan beberapa bagian jalan mulai terkikis. Di pertengahan jalan antara Kampung Palias dan Cijambe ruas jalan hampir putus.

Di dua kampung itu terdapat 150 keluarga. Menurutnya, jalan yang sama sekali belum pernah diaspal itu merupakan akses warga masuk keluar kampung untuk mengirim hasil pertanian dari Gunung Puyuh dan Gunung Pete Gede ke Pasar Nyucung dan Parung.

“Tidak ada jalan alternatif lain, jadi kalau jalan ini putus maka warga tidak bisa beraktivitas ke mana-mana,” ujar Ajrumi.

“Kita sudah usulkan pada pemerintah agar segera dibangun, dan sudah diukur tapi sampai sekarang belum ada pembangunan jalan,” lanjut Ajrumi.

Pelaksana Harian Satuan Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Hasan Soleh mengatakan pihaknya dibantu warga sudah mengantisipasi dengan membangun tanggul untuk meminimalkan erosi. Namun itu tidak akan lama menahan longsor.

Hasan berjanji akan segera membuat laporan atas kondisi tersebut. “Kami harap warga bisa berhati-hati melintasi jalan tersebut,” katanya. (her/zk)

About Unknown

Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply