CIBINONG- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bogor bersama unsur TNI dan Polri serta pihak PLN dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait melakukan penertiban bangunan liar milik pedagang kaki lima (PKL) tanpa izin di sepanjang jalan raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Cibinong, Kecamatan Sukaraja hingga Kecamatan Babakan Madang pada Rabu, ( 12/2).
Operasi penertiban di awali sekitar pukul 09.00 dan dimulai dari pusat pembelanjaan Ramayana Cibinong hingga perbatasan Kota Bogor, anggota Satpol-PP menertibkan para PKL dan bangunan liar di sepanjang trotoar karena melanggar perda dan mengganggu kenyamanan masyarakat pejalan kaki. Penertiban berlanjut menuju arah jalan alternatif Menuju Kawasan Sentul, Babakan Madang.
Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Aries Mulyanto mengatakan, bangunan liar yang berada di trotoar sepanjang jalan raya Jakarta- Bogor sangat menggangu kenyamanan masyarakat dan ketertiban serta melanggar Perda. “ Kita sudah memberikan surat peringatan kepada para pedagang agar bangunannya dibongkar sendiri, tetapi sudah seminggu bangunan tersebut masih digunakan untuk berjualan, oleh sebab itu kita bongkar paksa. Ada sekitar 200 bangunan liar yang akan di bongkar dengan bantuan alat berat karena ada beberapa bangunan yang bersifat permanen, pihaknya terus melakukan patroli dan bila ada PKL yang masih membandel “ Tegasnya.
Aries juga menambahkan selain membongkar bangunan liar milik PKL Satpol- PP dengan di bantu oleh pihak PLN memutuskan aliran listrik yang di gunakan oleh PKL untuk berjualan sehari-hari. “selain membongkar bangunan liar kita juga memberikan sanksi kepada pemilik bangunan yang membagikan listrik kepada para PKL dengan memutuskan aliran listrik meskipun bangunan itu resmi, karena memfasilitasi para PKL untuk berjualan sehari-hari.” Tambahnya.
Sementara itu, Subaindah (52) penjual makanan sunda di depan Ramayana Cibinong mengaku pasrah kios dagangan di bongkar paksa oleh Satpol-PP karena dirinya mengaku salah berjualan di atas trotor tetapi dia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor menyediakan relokasi tempat untuk dirinya berjualan karena dia harus menafkahi anak-anaknya untuk makan sehari-hari dan untuk biaya sekolah. “ saya pasrah pak kios saya di bongkar, tapi tolong pak segera dicarikan relokasi tempat saya untuk berjualan, karena saya bingung sehabis di bongkar akan berjualan dimana karena saya harus menafkahi anak-anak saya pak. “ Pintanya.
Kegiatan pembongkaran ini juga berlangsung dengan baik dan tanpa ada perlawanan meskipun ada beberapa pedagang yang tidak mau kiosnya dibongkar oleh Satpol- PP dengan memanjat bangunan miliknya serta menahan alat berat yang akan merubuhkan bangunan nya namun anggota Satpol-PP dengan tegas tetap membongkarnya dan pembongkaran ini melibatkan 200 orang personil. (her/zk)
About Unknown
Hi there! I am Hung Duy and I am a true enthusiast in the areas of SEO and web design. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and dirt bike riding.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Politik
Pendidikan
Khazanah
Berita Lensa
Berita Populer
-
Yayasan Pendidikan Tansyitul Muta Alimin BOJONG GEDE - Yayasan pendidikan Tansyitul Muta'Alimin yang beralamat di jalan raya pintu air ...
-
detakbogor.com - Jajaran unit satuan narkoba Polres Bogor, mengamankan 300 botol minuman keras berbagai merek dari tempat karaoke Bazz yang ...
-
CIBINONG - Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) Kabupaten Bogor, di Hotel Lorin Sentu...
-
detakbogor.com - Muspika dan Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan razia ke sejumlah warung remang-remang dan hotel di Desa Limusnunggal dan...
-
BOJONG GEDE - Menjelang masa kampanye Pilkades Bojong Baru, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, sejumlah calon perang spanduk dan baliho ...
-
detakbogor.com - Sempat pakum beberapa saat setelah perhelatan Pemilukada Kabupaten Bogor. Pengurus PDIP Kabupaten Bogor saat ini mulai mema...








Tidak ada komentar: