CIBINONG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor setujui rekomendasi panitia khusus (pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bogor tahun anggaran 2013. Paripurna digelar di Ruang Serbaguna II, Gedung Sekretariat Daerah, Cibinong, Selasa (29/4).
Anggota Pansus LKPJ, Iwan Setiawan, memaparkan, pelayanan kesehatan harus dioptimalkan kembali oleh pemerintah. Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bogor belum membuat aturan ketat terhadap proses perizinan di Kabupaten Bogor. selanjutnya perlu adanya peningkatan kualitas di bidang pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Perbaikan implementasi di bidang pendidikan menjadi sebuah kebutuhan.
“Harapannya, visi misi Kabupaten Bogor kedepan bisa lebih baik. Kinerja pemerintah bisa lebih meningkat di masa datang terutama optimalisasi pelayanan masyarakat. Kami bersama pemerintah akan terus bersinergi menyatukan visi dan misi kedepan, untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. Kami akan terus memberikan masukan-masukan berupa kritik yang membangun terhadap program-program pemerintah agar sejalan dengan visi dan misi kita”, papar Iwan.
Sementara, Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) mengatakan, bahwa Pemkab Bogor akan terus melaksanakan berbagai program untuk peningkatan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan pemerataan dan peningkatan profesionalisme kerja. Sarana prasarana bukan satu-satunya masalah tapi kekurangan tenaga guru juga menjadi salah satu permasalahan.
“Pada tahun 2014, Pemerintah menetapkan honor minimal guru non PNS, kedepan tidak boleh ada guru yang honornya kurang dari 500 ribu. Di sektor kesehatan foktor yang paling krusial adalah kurangnya tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor. Kami terus berusaha memecahkan persoalan ini, hanya tidak mungkin memecahkan persoalan ini sendiri”, papar RY.
Sedangkan untuk persoalan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur, terutama jalan, Bupati tidak menginginkan pembangun jalan yang prosesnya tidak bagus dan tidak memenuhi standar, "membangun butuh percepatan tapi juga butuh kehati-hatian. Jangan sampai prosesnya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saya berterima kasih atas masukan yang kritis untuk memperbaiki kinerja kami, saya lebih suka dapat kritikan daripada sanjungan," pungkas Bupati. (Zak/Sir)
Anggota Pansus LKPJ, Iwan Setiawan, memaparkan, pelayanan kesehatan harus dioptimalkan kembali oleh pemerintah. Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bogor belum membuat aturan ketat terhadap proses perizinan di Kabupaten Bogor. selanjutnya perlu adanya peningkatan kualitas di bidang pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Perbaikan implementasi di bidang pendidikan menjadi sebuah kebutuhan.
“Harapannya, visi misi Kabupaten Bogor kedepan bisa lebih baik. Kinerja pemerintah bisa lebih meningkat di masa datang terutama optimalisasi pelayanan masyarakat. Kami bersama pemerintah akan terus bersinergi menyatukan visi dan misi kedepan, untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. Kami akan terus memberikan masukan-masukan berupa kritik yang membangun terhadap program-program pemerintah agar sejalan dengan visi dan misi kita”, papar Iwan.
Sementara, Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) mengatakan, bahwa Pemkab Bogor akan terus melaksanakan berbagai program untuk peningkatan kualitas pendidikan. Salah satunya dengan pemerataan dan peningkatan profesionalisme kerja. Sarana prasarana bukan satu-satunya masalah tapi kekurangan tenaga guru juga menjadi salah satu permasalahan.
“Pada tahun 2014, Pemerintah menetapkan honor minimal guru non PNS, kedepan tidak boleh ada guru yang honornya kurang dari 500 ribu. Di sektor kesehatan foktor yang paling krusial adalah kurangnya tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor. Kami terus berusaha memecahkan persoalan ini, hanya tidak mungkin memecahkan persoalan ini sendiri”, papar RY.
Sedangkan untuk persoalan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur, terutama jalan, Bupati tidak menginginkan pembangun jalan yang prosesnya tidak bagus dan tidak memenuhi standar, "membangun butuh percepatan tapi juga butuh kehati-hatian. Jangan sampai prosesnya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saya berterima kasih atas masukan yang kritis untuk memperbaiki kinerja kami, saya lebih suka dapat kritikan daripada sanjungan," pungkas Bupati. (Zak/Sir)








Tidak ada komentar: